Sodikul Pecinta Kucing, Menulis dan Pecinta Kopi Sachet

Penyebab dan Ciri-Ciri Kucing Keracunan

3 min read

Penyebab dan Ciri-ciri Kucing Keracunan

Kucing merupakan salah satu jenis hewan peliharaan favorit orang-orang. Karena perawatannya terkesan mudah, simpel dan tidak ribet. Selain itu, kebutuhan dan makanan kucing juga bisa ditemukan dengan mudah di petshop-petshop terdekat.

Sebagai pemilik kucing, tentu kamu harus bertanggung jawab atas segala sesuatu tentang peliharaan kamu tersebut, termasuk soal kesehatan. Kucing termasuk ke dalam hewan yang bisa memakan apa saja, bahkan sisa-sisa makanan manusia.

Makanan yang beracun dan mengandung zat kimia berbahaya dapat membuat kucing keracunan. Selain itu, kebiasaan-kebiasaan buruknya juga bisa menyebabkan hal tersebut. Kamu tentu saja tidak mau kan kucingmu jadi keracunan?

Maka dari itu, sebaiknya kenali penyebab dan ciri-ciri kucing keracunan berikut ini.

Penyebab dan Ciri-ciri Kucing Keracunan

Ciri-ciri Kucing Keracunan

Terlalu Sering Buang Air Kecil

Apabila kucing kesayangan kamu sering sekali buang air kecil, maka kamu patut waspada. Pasalnya sering buang air kecil merupakan salah satu ciri-ciri kucing keracunan. Hal tersebut dikarenakan buang air kecil merupakan bentuk respon dari tubuh kucing untuk membuang zat-zat berbahaya yang telah termakan atau dihirupnya.

Tubuh kucing akan berusaha membuang zat berbahaya tersebut melalui kotoran atau urin. Coba kamu perhatikan tekstur dan warna urin apabila kucing kamu memang terlalu sering buang air kecil akhir-akhir ini. Urin kucing normal bertekstur cair, tidak padat dan warnanya tidak terlalu pekat.

Gusi dan Lidah Membiru

Gusi dan lidah yang membiru atau kebiruan merupakan tanda-tanda kucing keracunan yang selanjutnya. Organ dalam pada tubuh kucing yang tidak dapat bekerja secara maksimal akan menyebabkan oksigen dalam tubuhnya tidak tersalurkan dengan baik. Sehingga tubuhnya akan menjadi kebiruan. Gusi dan lidah merupakan bagian tubuh fisik kucing yang biasanya lebih dulu atau lebih nampak perbedaannya jika berubah warna jadi biru.

Sensitif Pada Sentuhan

Racun yang sudah berkembang dalam tubuh kucing biasanya akan membuatnya sakit sekujur tubuh. Sehingga ia akan jauh lebih sensitif terhadap sentuhan. Hal ini merupakan bentuk reaksinya atas efek racun yang menyakitkan.

Jika kucingmu sensitif pada sentuhan seperti ini, cobalah menenangkannya dengan cara mengusapkan tubuhnya menggunakan handuk lembut yang sudah dilipat-lipat secara perlahan. Hal ini diharapkan bisa membantu meredakan efek sakitnya.

Sesak Nafas

Selain makanan, kulit atau udara juga dapat menjadi penyebab kucing keracunan. Kulit atau zat kimia berbahaya yang berterbangan di udara mungkin saja terhirup oleh kucing tidak sengaja. Pada kasus ini, kucing keracunan udara.

Racun udara yang tidak baik terhadap tubuh kucing dapat mengganggu dan menyumbat aliran pernafasannya. Sehingga mmebuat kucing sesak nafas.

Keracunan udara bisa disebabkan oleh hal-hal seperti asap pembakaran dan obak nyamuk berdosis tinggi dengan kandungan zat atau bahan kimia berbahaya yang tak sengaja disemprotkan kepada kucing. Selain itu, kondisi udara lingkungan yang pengap, kotor dan bau juga bisa menimbulkan banyak kuman atau bakteri. Jadi, pastikan kamu selalu merawat dan menjaga lingkungan si kucing, ya.

Diare

Ciri-ciri kucing mengalami keracunan berikutnya adalah diare. Sebenarnya diare tidak bisa dijadikan sebagai patokan apakah kucing keracunan atau tidak. Bisa saja itu merupakan diare biasa. Namun, jika frekuensinya tidak biasa terlebih lagi kucing mengalami mencret, maka bisa saja si kucing memang mengalami keracunan.

Penyebab kucing mengalami diare adalah karena lambung kucing tidak dapat memproses, mencerna dan menyerap makanan yang dikonsumsinya. Sehingga tubuh kucing meresponnya dengan diare. Segera baca cara mengobati kucing mencret atau diare kalau kucing kamu sedang mengalaminya.

Mengeluarkan Banyak Air Liur

Bila kucing mengeluarkan banyak sekali air liur, maka itu merupakan ciri-ciri kucing keracunan. Mengapa begitu? Hal tersebut terjadi karena kucing tidak bisa mengontrol air liurnya sehingga banyak air liur yang keluar. Ini merupakan ciri-ciri yang paling mudah dilihat.

Jika ciri-ciri yang satu ini muncul, maka bisa jadi kucing sedang keracunan makanan. Oleh sebab itu, segera ingat-ingat makanan apa saja yang kamu berikan kepadanya atau yang dikonsumsinya.

Muntah-Muntah

Sama seperti diare, muntah juga merupakan bentuk penolakan tubuh kucing terhadap zat yang dianggap berbahaya atau racun. Biasanya kucing akan langsung memuntahkan makanan atau sesuatu apabila lambung langsung menganggapnya sebagai racun.

Tapi apabila makanan terlanjur terserap, maka tidak akan langsung dikeluarkan. Sistem pencernaan mereka mungkin akan terganggu lebih dulu barulah kucing mengeluarkan muntah secara otomatis. Kucing yang keracunan akan mengeluarkan muntah berupa zat cair bening atau warna kuning. Namun, apabila kucing sudah muntah darah, maka kondisinya sudah sangat buruk. Kamu harus segera membawanya ke dokter hewan terdekat sebelum racunnya terus berkembang dan memperburuk kondisinya.

Kondisinya Lebih Lemas dari Biasanya

Kucing yang tiba-tiba berubah menjadi lebih lemas dan lemah dari yang biasanya atraktif juga merupakan salah satu tanda-tanda kucing keracunan. Tubuh kucing keracunan tidak akan bisa menyerap dan menerima baik makanan maupun minuman dengan baik. Sehingga tubuhnya tidak menerima pasokan energi. Hal tersebutlah yang menyebabkan kondisinya menjadi lebih lemas atau lemah dari biasanya.

Flu, Batuk dan Bersin

Sebenarnya tidak semua penyakit flu, batuk atau bersin merupakan tanda-tanda kucing keracunan. Namun, apabila ketiga penyakit ini terjadi secara bersamaan, maka patut diwaspadai. Karena, batuk-batuk dan bersin disertai flu pada kucing merupakan respon alami tubuhnya untuk mengeluarkan racun, virus atau bakteri yang ada di dalam tubuhnya tersebut.

Stres atau Depresi

Dampak dan efek keracunan dapat menimbulkan stres atau depresi bagi si kucing. Hal ini dikarenakan kucing yang keracunan akan mengalami sakit pada bagian badan di mana racun mengendap, atau bahkan di sekujur tubuh. Ini akan membuatnya dihantui rasa sakit hingga ia mengalami stres kemudian depresi.

Tanda-tanda kucing stres biasanya meliputi lebih senang menyendiri, sensitif ketika disentuh, tidak mau bermain dan tidak ingin berinteraksi lagi dengan sesama kucing. Ciri-ciri kucing keracunan ini tentu akan berkaitan dengan ciri-ciri lainnya seperti sensitif pada sentuhan manusia.

Pingsan

Pada tahap yang lebih parah, kucing akan pingsan ketika racun sudah menjalar dan tubuhnya sudah tidak mampu lagi menahannya. Ia akan kehilangan banyak energi. Maka dari itu kesadarannya juga akan hilang dan pingsan. Kalau sudah seperti ini, jangan tunggu lebih lama lagi, segera datang ke dokter hewan untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuhnya dan memeriksa kondisinya.

Tubuh Gemetar atau Pupil Membesar

Dan ciri-ciri kucing keracunan yang terakhir adalah tubuhnya bergetar, menggigil sertau pupil mata membesar. Ini terjadi ketika tubuh kucing sudah tak mampu menahan lagi efek racun. Ternyata racun menimbulkan efek yang sangat kuat.

Tubuh kucing akan mulai gemetar ketika tak mampu lagi melawan racun yang masuk dan kehilangan banyak cairan karena dehidrasi. Biasanya ia hanya mampu menggigil dan meringkuk saja.

Itulah beberapa penyebab dan ciri-ciri kucing keracunan. Sebaiknya kamu harus selalu waspada dan segera hubungi dokter hewan apabila tanda-tanda di atas muncul. Rawatlah selalu kucing kesayanganmu dan lingkungannya dengan kasih sayang agar kesehatannya juga ikut terjaga. Artikel ini ditulis oleh Sudutkebun.

Sodikul Pecinta Kucing, Menulis dan Pecinta Kopi Sachet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *