Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy M02

Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy M02

Pusatiklanindonesia – Samsung merombak lini ponselnya ketika memasuki 2019. Ini membuang seri Galaxy J dan Galaxy On. Galaxy J bergabung dengan seri A. Di tahun yang sama, Samsung meluncurkan jajaran baru. Lini baru adalah Galaxy M, seri yang fokus pada penjualan online.

Debut lini baru dimulai saat Samsung meluncurkan Galaxy M10. Sejak saat itu, seri Galaxy M dikenal sebagai ponsel yang memiliki sisi penting dalam kapasitas baterainya. Inilah yang ditunjukkan Galaxy M51 yang memiliki baterai Li-Po berukuran 7000 mAh!

Perkembangan seri Galaxy M berlanjut dengan kedatangan Samsung Galaxy M02 pada Februari 2021. Dilihat dari tampilan dan spesifikasinya, ponsel yang pertama kali diluncurkan di pasar India ini mirip dengan Galaxy A02. Samsung Indonesia bahkan menampilkan tampilan Galaxy A02 di situs resminya.

Namun, Galaxy M02 sebenarnya merupakan penerus Galaxy M01 yang bentuknya mirip dengan Galaxy A01, dan muncul pada Juni 2020. Berbicara tentang kelebihan dan kekurangan ponsel ini tentu menarik. Tidak masalah jika ponsel ini adalah smartphone yang sama dengan Galaxy A02.

Keunggulan Samsung Galaxy M02

Yang membuat orang tertarik dengan ponsel adalah kelebihannya. Aspek apa yang membuat Galaxy M02 menarik? Perhatikan poin-poin di bawah ini:

1. Desain bersahaja

Setiap orang memiliki selera tersendiri terhadap penampilan suatu produk. Ada yang suka kemewahan, ada yang suka kesederhanaan. Samsung Galaxy M02 diciptakan untuk mereka yang menyukai kesederhanaan.

Ponsel berdimensi 164 x 75,9 x 9,1 mm ini tidak memberikan kesan berantakan baik dari depan, samping, maupun belakang. Di bagian depan hanya ada satu kamera depan, tepatnya di bagian tengah atas. Keberadaan kamera di bawah helm membentuk tampilan infinity-v ala Samsung.

Bingkai tampilan cukup masuk akal kecuali untuk bagian bawah. Bergerak ke samping, bingkai terbuat dari plastik. Bingkai di sisi kanan menampung tombol volume dan tombol daya. Sementara itu, dua laci kartu SIM plus microSD ada di sebelah kiri. Tidak ada apa-apa di atas. Speaker, port USB, dan jack audio 3.5mm ada di bawah.

Melihat ke belakang, ada dua kamera di sudut kanan atas dengan flash. Tidak ada yang lain selain logo Samsung di bawah ini. Menariknya, penutup belakang plastik memiliki tekstur tergores. Ini akan membuat ponsel seberat 206 gram tidak licin saat digenggam.

2. Konfigurasi kamera OK

Hanya ada dua kamera belakang. Meski begitu, lensa utamanya cukup bagus, yakni 13 MP dengan aperture yang cukup besar, f/1.9. Secara teori, aperture yang besar memungkinkan kamera untuk mengumpulkan lebih banyak cahaya sehingga gambar yang dihasilkan tampak lebih cerah.

Lensa utama dilengkapi dengan kamera makro 2 MP f/2.4. Kamera makro dapat digunakan untuk mengambil gambar objek kecil dari jarak dekat. Sementara itu, kamera depannya memiliki lensa tunggal dengan resolusi 5 MP f/2.0.

Berdasarkan sinyal Carl, hasil kamera belakang menghasilkan detail yang lumayan, terutama saat kondisi pencahayaan cukup. Namun, bidikan terkadang gagal menghasilkan persilangan yang baik antara subjek utama dan latar belakang. Sedangkan kamera depan kurang fokus dan warnanya agak pudar.

3. Slot MicroSD terpisah

Banyak perusahaan yang mulai menghilangkan slot microSD untuk produk andalannya. Namun, ini tidak berlaku untuk interkom dengan memori internal yang buruk. Seperti Samsung Galaxy M02 yang memiliki storage 32 GB.

Ukuran memori internal bisa sangat kecil jika ingin menginstal banyak aplikasi. Untungnya, bagaimanapun, ada slot microSD khusus alias terpisah dari dua laci kartu SIM. Dengan cara ini, beberapa file aplikasi dapat ditransfer ke kartu microSD. Hal yang sama berlaku untuk file foto, video, lagu, dan dokumen penting lainnya. Menariknya, kapasitas tertinggi yang bisa dipasang di ponsel ini sangat besar, yakni 1TB.

4. Baterai besar

Ciri khas Samsung Galaxy M series adalah kapasitas baterainya yang besar. Samsung membekali Galaxy M02 dengan baterai Li-Po 5000 mAh. Ukuran ini 1000mAh lebih besar dari baterai standar saat ini.

Baterai 5000mAh memungkinkan ponsel untuk menjelajah jaringan 4G selama 18 jam. Ini dia Galaxy A02 yang memiliki spesifikasi sama dengan Galaxy M02. Saat digunakan untuk memutar lagu, waktu penggunaan meningkat menjadi 79 jam. Di sisi lain, meski baterai yang dikandungnya berukuran besar, namun bodi Galaxy M02 tak lantas menebal. Ketebalan bodi 9.1mm masih cukup masuk akal.

5. Alat bantu yang melimpah

Samsung tidak mematikan Galaxy M02 meskipun statusnya sebagai telepon gerbang. Ponsel Android 10 ini terbukti kompatibel dengan berbagai perangkat portabel Samsung Galaxy.

Ada 17 perangkat Galaxy Wearable yang bisa dihubungkan ke Galaxy M02. Tiga di antaranya adalah Galaxy Buds Live, Galaxy Watch 3, dan Gear Fit2 Pro. Namun, tidak sedikit perangkat Galaxy Wearable yang harganya jauh lebih mahal daripada ponsel Galaxy M02.

Kekurangan Samsung Galaxy M02

Tidak ada gading yang tidak retak. Semua ponsel yang memiliki muka atas pasti memiliki lubang. Penyimpangan dapat menjadi catatan berharga untuk pertimbangan konsumen sebelum membeli. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan tentang Samsung Galaxy M02:

1. Tanpa lapisan pelindung

Layar dengan tipe panel PLS TFT tidak sebagus AMOLED. Namun, kualitasnya sama dengan IPS. Wajar jika semua ponsel Samsung entry-level menggunakan panel jenis ini. Satu-satunya downside ke layar 6,5 inci pada Samsung Galaxy M02 adalah kurangnya lapisan pelindung, seperti Corning Gorilla atau Asahi’s Dragontrail Glass. Kurangnya lapisan pelindung jelas membuat layar rentan terhadap goresan benda tajam. Karena itu, orang yang menyukai ponsel ini harus membeli kaca tempered untuk melindungi layar.

2. Chipset lama

Bahkan, Samsung sangat terbuka dengan chipset yang ada di produknya. Mereka memiliki chipset mixer sendiri, Exynos. Namun, Samsung juga menggunakan Qualcomm Snapdragon dan MediaTek Helio untuk berbagai segmen ponsel.

Namun, chipset MediaTek yang terpasang di motherboard Galaxy M02 sudah terlalu tua. Inilah MediaTek MT6739W yang dirilis pada 2017. Chipset ini masih menggunakan empat core di tengah tren delapan core.

Selain itu, arsitektur chipsetnya masih sangat besar, 28nm. Faktanya, chipset entry-level saat ini biasanya menggunakan lusinan proses manufaktur, yang dapat berupa 16, 14, 12, atau 11nm. Arsitektur yang usang dapat menjadi penyebab konsumsi energi yang tidak efisien.

Selain itu, pengalaman penggunaan sehari-hari menjadi kurang nyaman. Situs Nanoreview menyebutkan bahwa skor chipset Antutu 8 adalah 52.720. Skor ini jauh lebih rendah daripada banyak ponsel entry-level saat ini, yang biasanya 80.000 atau lebih tinggi.

Benchmark seperti Antutu tidak serta merta bisa menilai kinerja sebuah ponsel. Namun sebagai uji coba, channel YouTube Tech Burner asal India ini hanya bisa memainkan game PUBG Mobile di setting grafis low-medium.

3. Port USB lama dan pengisian baterai pemeliharaan battery

Samsung masih belum dalam posisi untuk sepenuhnya beralih ke teknologi baru. Hal ini terlihat pada port USB ponsel Galaxy M02 yang masih berupa microUSB Tipe B. Minimnya port USB Tipe C meniadakan beberapa potensi keuntungan. Sebagai outlet reversibel, mereka mentransfer data hingga 10 Gbps dan dapat ditenagai hingga 20 volt plus 5 amp.

Port MicroUSB Tipe B dapat mendukung teknologi pengisian cepat. Sayangnya, ponsel ini tidak memiliki teknologi pengisian cepat. Praktis, Galaxy M02 direkatkan pada adaptor 10 watt untuk dapat mengisi ulang baterai 5.000 mAh-nya. Secara teori, proses charging dari 0 hingga full akan memakan waktu minimal 3 jam.

4. Bobot ponsel tergolong berat.

Baterai ponsel memiliki kerapatan yang relatif tinggi (watt hour/kg) dibandingkan dengan baterai perangkat lain. Karena itu, bentuknya bisa kompak dan ringan, tetapi kapasitasnya besar. Namun, rata-rata ponsel dengan baterai 5.000mAh ke atas memiliki berat tidak kurang dari 200 gram.

Contohnya adalah Galaxy S21 Ultra 5G (5000mAh) yang memiliki bobot 227 gram atau Galaxy M51 (7000mAh) yang memiliki bobot hingga 213 gram. Galaxy M02 sebenarnya sedikit lebih ringan dari dua saudaranya, 206 gram. Namun, meskipun demikian, ponsel dengan berat 200 gram atau lebih lebih cepat melukai tangan Anda, terutama jika Anda menggunakannya dengan satu tangan.

5. Sensor minimum

Samsung Galaxy M02 hanya hadir dengan dua sensor: accelerometer dan proximity. Kedua sensor tersebut jelas kurang memenuhi kebutuhan standar sebuah ponsel saat ini. Pasalnya, selain kedua sensor tersebut, sebuah ponsel harus dilengkapi dengan sensor cahaya untuk mengatur kontras layar secara otomatis.

Hal yang sama berlaku untuk sensor jari untuk keamanan yang hilang di ponsel ini. Alhasil, pengguna hanya bisa menikmati fungsi pendeteksi wajah di kamera depan dan fungsi kunci sandi kuno. Sementara itu, sensor magnetik (kompas) dan giroskop adalah opsional, meskipun beberapa orang menganggapnya penting juga.

Di India, Galaxy M02 dibanderol dengan harga Rs 6.999 atau setara dengan Rs 1,3 juta. Ponsel ini tentunya dibandrol dengan harga yang menarik, dilihat dari menu utama baterai yang besar, kamera yang mumpuni, dan harga yang terjangkau. Meski demikian, Galaxy M02 belum tentu menjadi peluang bagi pengguna HP entry-level.

Pasalnya, ada banyak pesaing di kisaran harga di bawah Rs 1,5 crore. Saingan ini adalah Xiaomi Redmi 9A, Infinix Hot 10 Play dan Realme C11. Selain itu, ketiga ponsel pesaing memiliki chipset yang jauh lebih modern daripada Galaxy M02. Namun, nama besar Samsung dan layanan purna jual yang hebat bisa menjadi faktor besar saat memilih Galaxy M02.

Refensi : Berita Teknologi Terbaru

Anda mungkin juga suka...